Jelas sudah kemana arah Alfamart melakukan pinjaman modal. Anda ingin masuk menjadi bank yang memberi kredit ke pemegang merk Alfamart ini? Simak ulasan berikut dan mungkin anda bisa mendekati pak Hendry untuk mulai melepaskan kredit kepada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) pemilik merek dagang Alfamart menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 450-500 miliar di tahun 2009. Seluruh dana akan digunakan untuk membuka gerai dan cabang baru.
"Kami menganggarkan capex sebesar Rp 450-500 miliar tahun ini," ujar Wakil Presiden Direktur AMRT, Henry Kumala usai pencatatan perdana saham (listing) di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Kamis (15/1/2009). Henry mengatakan, seluruh dana tersebut akan digunakan untuk membuka gerai baru dan kantor cabang perseroan. Tahun ini, perseroan berencana membuka sekitar 400 gerai baru. "Kalau bisa sih lebih dari 400 gerai baru," ujar Henry.
Hingga akhir 2008, perseroan telah memiliki sekitar 2800 gerai tersebar di seluruh Indonesia. Komposisinya 77% atau sekitar 2100 gerai adalah milik perseroan, sedangkan sisanya sekitar 23 atau 700 gerai milik pewaralaba. "Pendanaannya menggunakan kombinasi dana hasil IPO Rp 135 miliar ditambah kas internal. Posisi EBITDA kami sekitar Rp 350-400 miliar," jelas Henry. Ia mengatakan, jika diperlukan perseroan akan mencari pinjaman bank dengan jumlah antara Rp 100-200 miliar.
"Pinjaman bisa saja kita lakukan jika dirasa perlu. Mungkin sekitar Rp 100-200 miliar. Tahun lalu kita dapat pinjaman dari BCA Rp 200 miliar. Tahun ini belum tahu. Jika tidak perlu tidak akan pinjam," jelas Henry. Tahun 2008, perseroan membukukan pendapatan lebih dari Rp 8 triliun. Tahun 2009 ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20%
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) pemilik merek dagang Alfamart menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 450-500 miliar di tahun 2009. Seluruh dana akan digunakan untuk membuka gerai dan cabang baru.
"Kami menganggarkan capex sebesar Rp 450-500 miliar tahun ini," ujar Wakil Presiden Direktur AMRT, Henry Kumala usai pencatatan perdana saham (listing) di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Kamis (15/1/2009). Henry mengatakan, seluruh dana tersebut akan digunakan untuk membuka gerai baru dan kantor cabang perseroan. Tahun ini, perseroan berencana membuka sekitar 400 gerai baru. "Kalau bisa sih lebih dari 400 gerai baru," ujar Henry.
Hingga akhir 2008, perseroan telah memiliki sekitar 2800 gerai tersebar di seluruh Indonesia. Komposisinya 77% atau sekitar 2100 gerai adalah milik perseroan, sedangkan sisanya sekitar 23 atau 700 gerai milik pewaralaba. "Pendanaannya menggunakan kombinasi dana hasil IPO Rp 135 miliar ditambah kas internal. Posisi EBITDA kami sekitar Rp 350-400 miliar," jelas Henry. Ia mengatakan, jika diperlukan perseroan akan mencari pinjaman bank dengan jumlah antara Rp 100-200 miliar.
"Pinjaman bisa saja kita lakukan jika dirasa perlu. Mungkin sekitar Rp 100-200 miliar. Tahun lalu kita dapat pinjaman dari BCA Rp 200 miliar. Tahun ini belum tahu. Jika tidak perlu tidak akan pinjam," jelas Henry. Tahun 2008, perseroan membukukan pendapatan lebih dari Rp 8 triliun. Tahun 2009 ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20%
0 komentar:
Poskan Komentar